Desa Rindu Hati merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki sungai yang jernih dengan batu-batu yang besar. Ini menjadi salah satu potensi yang dapat dimaksimalkan untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Upaya memaksimalkan wisata di Desa Rindu Hati sudah dilakukan yang mana menjadikan Desa rindu Hati sebagai desa wisata sejak Agustus 2020. Objek wisata dikawasan Rindu Hati dibuka untuk umum sejak Desember 2020. Para pekerja 100 persen merupakan warga desa setempat yang tinggal disepanjang jalan desa Rindu Hati. Bahkan setiap bulan di desa Rindu Hati bisa beromset 50-an juta Rupiah. Kini desa Rindu Hati menjadi salah pelopor desa wisata di Bengkulu. Untuk sekarang, sudah ada beberapa arena wisata yang ditawarkan Desa Rindu Hati, diantaranya yaitu:

  1. Wisata Air Terjun

Di Desa Rindu Hati ada air terjun yang bernama Curug Hujan. Ada juga yang menyebutnya sama dengan nama desa Air terjun Rindu Hati. Jaraknya melintasi perkebunan warga sekitar 15-30 menit naik turun bukit. Kalau berencana ke air terjun ini, sebaiknya datang pagi hari atau siang.

Curug Hujan tingginya sekitar 15 meter. Airnya yang jernih, membuat pengunjung tidak tahan untuk mandi. Konon ada mitos juga yang berkembang di air terjun ini. Dulunya Putri Gading Cempaka dari Kerajaan Sungai Serut pernah memiliki serang dayang bernama Ci Putri. Dia dijuluki sebagai dayang perindu. Saat berada di air terjun untuk mandi, Ci Putri tidak sengaja menjatuhkan wadah berisi cairan buluh perindu. Jadi barang siapa yang mandi di air terjun, maka suatu hari akan kembali lagi ke Desa Rindu Hati. Benar atau tidaknya, ini adalah cerita legenda yang disampaikan dari mulut ke mulut hingga kini.

2. batu Perahu atau Buteu Jung

Di Desa Rindu Hati juga ada wisata batu perahu atau disebut oleh warga setempat sebagai buteu jung. Keberadaan batu ini juga tidak lepas dari legenda Putri Gading Cempaka yang mengendarai kapal itu dari Sungai Muara Bangkahulu hingga Sungai Rindu Hati. Sang Putri diminta oleh kakak-kakaknya untuk melarikan diri dari peperangan akibat kemarahan Raja Aceh yang gagal meminang. Kapal yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 1-2 jam itu sampai sekarang masih ada di Desa Rindu Hati.

3. Glamour Glamping

Gelamor camping (Glamping) berukuran 3×3 meter. Sebanyak 8 unit Glamping ditawarkan untuk pengunjung, dengan fasilitas pelengkap seperti matras dan bantal sehingga pengunjung bisa tidur dengan nyenyak. Tenda juga  sudah dilengkapi dengan pondok-pondok yang membuat bagian dalamnya akan tetap nyaman jika turun hujan.

4. Sungai Rindu Hati

Aliran sungai Rindu Hati yang masih jernih membuat pengunjung bisa mandi sepuasnya. Di pinggir sungai atau atas batu, asyik juga buat foto-foto atau makan bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai. Letak sungai berada satu arena dengan arena glamping, sehingga pengunjung bsa menikmati fasilitas glamping sambil menikmati juga keindahan sungainya.

5. Tubing

Wisata ini masih satu arena dengan glamping. Pengunjung mengarungi sungai sekitar 2-3 kilometer hingga ke gerbang desa menggunakan sejumlah peralayan. Mulai dari ban dalam, pelampung dan helm. Supaya lebih safety, di beberapa titik sudah ada guide yang menjadi pemandu dan menjaga jalur tubing. Wisata Glamping dan Tubing merupakan salah satu bentuk usaha memaksimalkan wisata Desa Rindu Hati. Sungai yang semula terlihat biasa saja, ternyata mempunyai potensi besar ketika munculnya pemikiran untuk mengembangkannya. Sungai yang semula mungkin tidak memiliki nilai ekonomis akhirnya mampu menjadi arena yang sangat menghasilkan bagi desa karena begitu banyak pengunjung yang datang ke lokasi ini.

kami masyarakat rinduhati akan membatu
WeCreativez WhatsApp Support
Eko Risdianto
Available
WeCreativez WhatsApp Support
Hardiansah
Hardiansah
Available
WeCreativez WhatsApp Support
Rezky
Available
WeCreativez WhatsApp Support
Yoga
Yoga
Available